Install Hermes Agent di VPS Tencent Cloud Lighthouse dengan Model ChatGPT Plus

hermes agent dashboard

Hermes Agent dari Nous Research bisa berjalan 24 jam di VPS kecil dan memakai langganan ChatGPT Plus sebagai “otak”-nya, tanpa biaya API tambahan. Tulisan ini merangkum pengalaman saya memasang Hermes di VPS Tencent Cloud Lighthouse, termasuk kendala yang muncul dan cara mengatasinya.

diagram arsitektur hermes agent

Rencana awal saya adalah memakai model lokal via Ollama. Ternyata rencana itu tidak realistis di VPS 2 GB, dan akhirnya saya beralih ke ChatGPT Plus. Bagian kendala di bawah mungkin justru yang paling berguna bagi Anda.

instance vps tencent cloud lighthouse

Lingkungan dan prasyarat

KomponenSpesifikasi
VPSTencent Cloud Lighthouse, Ubuntu, headless
RAM / Disk±1,9 GB / 40 GB
RuntimeDocker + Docker Compose
Hermes Agentv0.22.5 (image Docker resmi, dikelola s6)
ModelChatGPT Plus (via login akun ChatGPT/Codex)
AksesSSH sebagai root, IP publik

Panduan utama yang saya ikuti adalah repo hermes-ai-with-ollama, dengan video tutorial ini sebagai pendukung.

Langkah instalasi

Instalasi berjalan sebagai dua container Docker, hermes dan ollama, dalam satu docker-compose.

  1. Siapkan VPS, lalu install Docker dan Docker Compose.
  2. Clone repo panduan dan masuk ke folder hermes-ai-with-ollama.
  3. Jalankan stack dengan docker compose up -d.
  4. Pastikan kedua container berjalan:
docker ps --format "table {{.ID}}\t{{.Names}}\t{{.Ports}}"
  1. Cek bahwa dashboard sehat dari dalam VPS:
curl http://127.0.0.1:9119/api/status
hasil curl local host ke port 9119

Respons JSON dengan "overall":"ok" berarti Hermes, gateway, dan dashboard sudah berjalan.

Membangun Alur Pemesanan Website UMKM Otomatis dengan n8n, Google Sheets, dan Telegram

Landing page menuju ikon n8n, Google Sheets, dan Telegram

Pembuka

Banyak pemilik UMKM ingin punya website, tapi berhenti di langkah teknisnya. Di sisi saya sebagai penyedia jasa, pesanan yang masuk lewat chat mudah terlewat dan sulit dilacak. Karena itu saya membangun alur pemesanan yang sederhana: pelanggan mengisi form, pesanan tercatat otomatis, saya diberi tahu lewat Telegram, dan setelah pembayaran terverifikasi, satu klik memicu daftar pekerjaan untuk menyiapkan website mereka.

Tulisan ini membahas arsitekturnya, cara kerjanya, dan beberapa masalah nyata yang saya temui saat membangunnya. Semuanya berjalan dengan biaya hampir nol di atas hosting Exabytes EBiz AI Plus (Plesk) dan n8n self-hosted. Website asdfhosting.my.id.

Landing page asdfhosting

Masalah yang Ingin Diselesaikan

  1. Pesanan lewat chat tidak punya nomor dan riwayat.
  2. Data pelanggan harus diketik ulang ke berbagai tempat.
  3. Saya tidak boleh memproses pesanan sebelum pembayaran jelas.
  4. Setiap pesanan butuh langkah teknis yang sama berulang di Plesk, dan mudah ada yang terlewat.

Cara Memaksimalkan Claude AI untuk Profesional Teknologi Indonesia: Tips dari Praktisi

rofesional teknologi Indonesia menggunakan Claude AI

Saya masih ingat pertama kali membuka Claude dan mengetikkan prompt pertama saya — sebuah pertanyaan teknis tentang arsitektur microservices. Responsnya mengejutkan saya bukan karena kecanggihan teknisnya, melainkan karena satu hal sederhana: ia tidak menjelaskan konsep dasar yang sudah saya tahu. Ia langsung masuk ke substansi.

Itulah perbedaan antara menggunakan Claude secara generik dan menggunakannya dengan benar.

Saya adalah Cloud Solutions Architect dengan sertifikasi multi-cloud (AWS, Alibaba Cloud, Huawei Cloud), sekaligus dosen dan penulis buku IT. Dalam posisi itu, saya berinteraksi dengan Claude setiap hari — untuk pekerjaan arsitektur, untuk menulis, dan untuk menyiapkan materi kuliah. Artikel ini merangkum apa yang saya pelajari tentang cara menggunakan Claude secara efektif, khususnya untuk profesional teknologi Indonesia.